Dengan Segelas Kopi

18.11.11

Kisah Kelinci dan Kura-Kura..

Hmmm.. Kayaknya udah banyak yang tau sih kisahnya, tapi gw dongengin sekali lagi, ya..

Alkisah, dinegeri binatang, hiduplah dua tetangga yang gak pernah akur sejak dulu. Mereka bernama Kinci si Kelinci dan Kurara si Kura-kura. Walau rumah mereka tetanggaan, tapi gak pernah sedikitpun mereka saling menyapa. Dan mereka berdua kerap kali bertengkar hanya karena masalah yang sepele.

Hingga pada suatu hari, keduanya bertengkar hebat karena omongan Kinci yang menyebutkan bahwa Kurara berjalan sangat lambat, bahkan siputpun lebih cepat jalannya daripada dia. Kurara yang marah karena tidak terima diledekin seperti itu akhirnya menantang Kinci untuk lomba lari. Kinci pun menerima tantangan Kurara karena merasa bahwa dirinya pasti menang.

Akhirnya setelah berduanya menyetujui rute perlombaan mereka, maka pada hari yang ditentukan lombapun dimulai. Dan wuuussss... Kinci langsung berlari sekuat tenaga dan meninggalkan Kurara jauh dibelakangnya.

Ketika Kinci hampir menyentuh garis finish, dia melihat ada sebatang pohon yang sangat rindang disebelah garis finish. Dalam hati Kinci berkata, "kayaknya kalo istirahat sebentar aja gak apa-apa neh. Kurara juga pasti masih jauh ketinggalan".

Akirnya Kinci pun rebahan dibawah pohon tersebut. Memang sangat enak bersantai dibawah pohon tersebut, belum lagi angin sepoi-sepoi yang gak henti-hentinya bertiup.. Lama-lama Kinci merasa mengantuk. Dan akhirnya ketiduran.

Tanpa disadari dari kejauhan, terlihat Kurara berlari dengan langkahnya yang pelan mulai mendekati garis finish. Kinci tiba-tiba yang tersadar dari tidurnya, kini hanya bisa menatap dengan tatapan kosong ketika Kurara menyentuh garis finish terlebih dahulu.

Dan kemenanganpun diraih oleh Kurara. Kinci yang menyadari kebodohannya mau tidak mau harus mengakui bahwa dirinya telah dikalahkan oleh Kurara. Kinci pun meminta maaf atas ucapannya yang terdahulu.

Kinci pun belajar satu hal, kesuksesan bisa diraih dengan cara apapun, asalkan konsisten. Sepelan apapun jalan kita, bila kita konsisten, kita pasti berhasil mencapai tujuan.

Tapi, cerita ini sebenernya belum selesai..

Sesampainya dirumah, Kinci yang merasa dirinya adalah kelinci terbodoh didunia mulai merenung. Dia merunut semua kejadian saat perlombaan tadi, dan mencoba mencari letak kesalahannya. Akhirnya dia sadar, kalau ternyata dirinya tdak seharusnya beristirahat ditengah jalan pada saat pertandingan berlangsung. Akhirnya keesokkan harinya, Kinci berkunjung kerumah Kurara, dan mengungkapkan keinginannya untuk diadakan pertandingan ulang dengan rute yang sama. Kurara pun menyanggupi keinginan Kinci, dan akhirnya pertandingan balap lari pun dimulai untuk kedua kalinya..

Pada hari yang telah ditentukan, perlombaanpun dimulai. Kinci langsung berlari sekuat tenaganya, tanpa menengok kebelakang, tanpa menghiraukan apapun yang ada disekitarnya. Yang ada dalam pikirannya saat itu hanyalah garis finish. Dan akhirnya dalam waktu yang tidak lama, Kincipun berhasil menyentuh garis finish, jaaaaauuuhh meninggalkan Kurara dibelakangnya.

Perlombaan kali ini dimenangi oleh Kinci. Dan diapun belajar lagi hal yang baru. Pelan dan konsisten memang pasti bisa mencapai tujuan, tapi siapa yang lebih cepat dan tetap konsisten dialah yang akan mengalahkan yang lambat. Dan Kinci telah membuktikannya hari ini..

Tapi, cerita ini masih belum selesai. Belum pada ngantuk kan gara-gara didongengin?

Bila Kinci menang dengan wajah berseri-seri, tidak halnya dengan Kurara. Ada sedikit rasa kesal dalam hatinya akan kekalahannya hari ini. Dia memang lambat, dan sudah sangat pasti kalau dia tidak akan pernah bisa mengalahkan Kinci dalam lomba lari.

"Tapi aku pasti bisa mengalahkan Kinci lagi, tapi bagaimana caranya? Larinya Kinci cepat sekali, sedangkan aku lambat..", pikir Kurara dalam hati.

Setelah berhari-hari berfikir mencoba mencari kelebihan yang dia miliki dan tidak dimiliki oleh Kinci, akhirnya Kurara menantang Kinci untuk bertanding sekali lagi. Dengan rute yang ditentukan oleh Kurara. Dan Kinci pun menyetujuinya.

Dihari yang telah ditentukan, akhirnya perlombaan ketiga dimulai. Kinci yang sudah belajar banyak dari perlombaan-perlombaan yang sebelum tidak ingin mengulangi kesalahannya lagi, Kinci langsung melesat dengan cepat meninggalkan Kurara.

Kinci terus berlari sampai akhirnya dia sadar bahwa rute perlombaan kali ini harus melewati sungai yang sangat lebar. Dan Kinci yang gak bisa berenang akhirnya cuma bisa berdiam diri tanpa bisa melakukan apapun. Kalau dia harus berenang, Kinci pasti hanyut terbawa arus sungai. Kalo dia harus memutar jalan, Kinci tidak tau pasti dimana muara sungai tersebut.

Ditengah-tengah kebingungannya, Kurara akhirnya tiba juga dimuka sungai tersebut. Dan dengan santainya Kurara langsung berenang dan akhirnya Kurara yang berhasil menyentuh garis finish terlebih dahulu.

Pelombaan ketiga ini dimenangkan oleh Kurara yang ternyata berhasil menemukan kelebihannya dalam hal berenang yang justru itu menjadi kelemahannya Kinci.

Kurara menjabat erat tangan Kinci, sambil mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Karena mungkin kalau dulu Kinci tidak meledeknya lambat, pasti perlombaan ini tidak pernah terjadi dan pastinya pertengkaran mereka tidak akan kunjung selesai.

Fin... alias ceritane ente'.. Hehehe


Gimana? Pada tidur semua gak abis baca dongeng?

Sebenernya ada beberapa kesimpulan yang bisa kita ambil..
1. Sepelan apapun perjalanan kita, asalkan kita konsisten, kita pasti bisa mencapai tujuan kita..
2. Tapi, siapa yang lebih cepat, dan tetap konsisten pasti bisa mengalahkan semua yang berjalan lambat.
3. Temukan keistimewaan kita, dan gunakan itu sebagai alat pencapaian ke tujuan kita.
4. Kura-kura emang jalannya lambat, dan kelinci larinya kenceng..
5. Kura-kura jago berenang, kelinci gak bisa..
6. Sate kelinci enak, kalo sate kura-kura gw belum pernah nyoba..

Jadi? Mau jadi kura-kura apa mau jadi kelinci?





Lucky, tahun ke tiga di Palembang.. dan Indonesia masih teratas dalam perolehan medali SeaGames... Maju Indonesia!!!!!
"jadi pengen makan sate kelinci.."

2 comments:

  1. wah.. ceritanya lebih lengkap daripada yg aku denger selama ini.
    Biasanya cm kepotong pas si kelincinya kalah.. Ga adil. pasti yg nyebarin ceritanya si kura-kura..

    ReplyDelete
  2. wakakaka.. sebenernya masih ada lanjutannya lagi fin, gak berenti di lomba ke tiga, tapi kok aku ya ngantuk nulisnya.. heehhehe

    ReplyDelete