Dengan Segelas Kopi

10.1.19

Memilih Itu (Tidak) Mudah

Memilih pemimpin itu tidak pernah mudah. Penuh dengan pertimbangan, perlu pemikiran yang jernih dan berani membuka hati untuk menerima segala informasi. Karena tidak hanya berita baik yang akan kita terima tentang salah seorang calon, tapi justru lebih banyak berita buruknya.

Tentu saja kodratnya manusia lebih mudah mencari kesalahan orang, ketimbang berusaha mengapresiasi hasil dan prestasi yang telah dicapai seseorang. Sah saja mungkin dalam bidang perpolitikan untuk saling menjatuhkan lawan, mencari kesalahan lawan, lalu dijatuhkan walau harus dengan fitnah dan berita-berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Namun bila dilihat dari sisi kita adalah sama-sama orang yang lahir dan besar di negara ini, tentu saja semua itu konyol.

Memilih pemimpin itu tidak pernah mudah. Tapi, menjadi seorang pemimpin pastinya akan lebih sulit. Apalagi negara Indonesia dengan begitu banyaknya penduduk didalamnya, dengan begitu banyak suku bangsa dan bahasa, dengan begitu banyak pulau yang harus dijaga, tentunya akan membuat tugas seorang pemimpin bangsa ini tidak akan pernah mudah.

Andai Indonesia hanya sebatas satu pulau saja, mungkin kita sudah sebesar Singapura sekarang ini. Tapi negara ini punya 17ribu lebih pulau. Pernah kebayang bagaimana mengurusi segitu banyak pulau yang bahkan bila dalam sehari bisa mengunjungi satu pulau, maka kita akan membutuhkan sekitar 46 tahun 6 bulan untuk bisa mengunjungi semua pulau yang ada di Indonesia.

Andai Indonesia hanya sebatas kita dan seluruh keluarga besar kita saja, mungkin saat ini kita sudah menguasai dunia. Karena tidak mungkin sesama saudara akan saling menjatuhkan satu sama lain. Tapi negara ini dihuni 260juta lebih orang yang mungkin tidak kesemuanya bisa kita kenal. Bayangkan, bahkan kita sendiri untuk membahagiakan seluruh anggota keluarga saja masih belum pernah mampu, apalagi harus dibebani amanat sebegini besar?

Karenanya, sudah menjadi tugas kita untuk bisa menghormati pemimpin kita, siapapun dia, walaupun bukan pemimpin yang kita jagokan, tetap saja pemimpin kita adalah pilihan. Pilihan mayoritas penduduk di bangsa ini. Pilihan yang dianggap terbaik. Dan siapapun yang terpilih akan menjadi pimpinan dari semua warga negara yang ada di bangsa ini.

Sejatinya setiap pertarungan pasti ada yang menang dan yang kalah. Kemenangan tidak akan selalu menjadikan seseorang lebih mulia dibanding yang lain, dan kekalahan bukan juga suatu yang akan menjadikan seseorang boleh kita hinakan. Yang mulia adalah ketika yang menang dan kalah sama-sama berusaha membangun bangsa ini menjadi bangsa yang besar.

Yang memandang perbedaan sebagai motivasi untuk bisa mencari solusi bukan memisahkan diri. Karena bangsa ini bukan hanya milik kita sendiri, bangsa ini akan terus hidup untuk menjadi tanah kelahiran anak cucu kita nanti.

9.12.18

Mulai Hari.. Dengan Menulis Lagi..

Satu hal yang paling sulit untuk gw lakuin adalah berusaha konsisten. Entah kenapa walau tidak malas, namun menyelesaikan sesuatu yang telah dimulai rasanya berat. Mungkin karena merasa telah melihat ujungnya yang tidak akan mudah di lewati, jadinya menyerah duluan.. Lalu menunda.. Lalu malah pura-pura lupa sama komitmen awal.


Gray Steel Chain on Orange Surface

Sama kayak menulis.. Entah sejak kapan blog ini ada, tapi tidak pernah muncul tulisan secara konsisten. Padahal, niatnya, kembali ditegasin, niatnya adalah menulis setiap hari. Padahal yaaaaa tidak sibuk-sibuk amat juga. Tapi, beratnya ini yang sulit dilawan.

Karenanya, sekarang gw coba aplikasiin sebuah sistem.. Dua Menit dan Lakukan.. DMDL.. Metode ini jelas bukan bikinan gw, cuma gw sadur aja.. Dua menit, dan lakukan saja.. Tidak usah dipikirkan. Sama halnya seperti tulisan ini dibuat. Hanya dalam waktu dua menit, dan tanpa memikirkan apapun. Toh, mungkin juga tidak ada yang akan membacanya dengan sungguh-sungguh..

Bagaimana cara kerjanya sistem DMDL ini. Kamu, cuma harus bergerak selama 2 menit, lakuin apa yang sudah lama sekali ingin kamu lakuin.. Dan tidak usah dipikirin, cukup lakuin aja sampe 2 menit yang kamu punya habis. Setelah dua menit, kamu bisa tinggalin atau lanjutin ya terserah..

Misalnya kamu mau olahraga, siapin dua menit buat pake sepatu olahraga, terus jalan keluar rumah. Entah setelahnya kamu jadi olah raga atau gak yaaa itu urusan lu juga sih. Yang penting dua menit tadi udah di jalanin duluan.

Sama kayak gw yang sekarang lagi nulis ini.. Semua gw mulai dari dua menit pertama aja.. Entah mau nulis apaan, asal aja.. sampe akhinrya jadi begini. Yaaaaa.. semoga ada manfaatnya. 

Dua menit, udah lewat.. Bosen? ya tinggalin aja.. Besok mulai lagi.. begitu dan begitu terus, sampai jadi kebiasaan.


16.11.18

Mulai Hari.. Dengan Menulis (Lagi)..

Tidak pernah mudah..
Tidak juga sulit sebenarnya..
Hanya butuh sedikit motivasi..
Hanya butuh sedikit meluangkan waktu..

Dan blog ini akan bisa hidup lagi..

Mulai hari.. seperti namanya, semoga bisa menginspirasi..
Agar kita lebih menghargai.. Apa saja yang sudah Dia beri..

Mulai hari.. seperti namanya, semoga bisa memotivasi..
Agar kita lebih berusaha lagi.. Berkarya dengan apapun yang kita bisa..

Mulai hari.. Dengan menulis (lagi)..
Menulis.. Sekali lagi..